Hari ini gue nonton film Bicentennial Man untuk yang ke 2 kali... Bener2 bagus sekali ini film...Didalamnya terkandung makna makna yang benar benar dalam dan menyentuh sekali...Sebelom lanjut, gue cuma pengen menekankan kalo blog ini mengandung 'spoiller' yang sangat dalam. Kalo emang belom nonton, disarankan untuk menontonnya dahulu.
Inti cerita film ini adalah dimana seorang, atau bisa dibilang sebuah benda yang dapat hidup selamanya menginginkan untuk hidup sementara tetapi mempunyai hidup yang 'penuh'.
Dibintangi oleh Robin Willilam, yang memang sudah dikenal sebagai aktor kawakan yang telah membintangi banyak film bernama. Diikuti oleh aktor yang tidak kalah keren, Sam Neal yang lebih dikenal dalam film Jurassic Park sebagai Dr. Grant.
Film yang diproduksi pada tahun dimana sedang merebaknya millenium bug (1999) ini, menceritakan seorang robot bernama Andrew. Bagaimana dia menjalani hidup mulai dari dia di produksi, melayani sebuah keluarga dimana dia pertama tama tidak disegani, tetapi lama kelamaan mulai diterima oleh anggotanya yang paling kecil.

Andrew adalah sebuah robot yang unik, unik karena secara tidak sengaja Andrew adalah sebuah robot yang mempunyai intelegensi dan perasaan. Diceritakan disini Andrew menjalani hidupnya, mulai dari yang tidak mengerti hal kecil seperti "kapan dan gimana mengatakan 'goodbye' " sampai mengerti perasaan mencintai. Mulai dari belajar mengeluarkan lelucon lelucon, sampai merasakan pedihnya kehilangan, yang dimulai dari majikannya sendiri yang sudaha seperti seorang ayah.
Seperti layaknya pinocchio, Andrew ingin 'menjadi' seorang manusia. Seseorang yang dapat merasa nyata yang mendapatkan kebebasan dalam melakukan yang selayaknya manusia perbuat. Andrew mencari jati dirinya, mengejar apa yang dia ingini walau sepertinya mustahil bagi sebuah robot untuk menjadi manusia. Lalu dimana dia sudah ditinggal bebrapa orang yang sangat disayangi, Andrew berusaha membuat manusia menjadi 'kekal' seperti dirinya yang memang tidak dapat mati karena usia. Lalu dia berhasil membuat design organ organ vital buatan untuk manusia dan dibantu oleh temannya yang seorang dokter biomechanical.
Yang benar2 membuat gue merasa sedih dan...iri tuh, pada saat terakhir... Dimana sebuah robot saja, yang sebenarnya tidak layak memiliki 'hidup', tetapi pada akhirnya dapat memiliki hidup yang 'penuh'. Memiliki apa yang dia inginkan (kasih sayang), dimana gue sebagai manusia merasa tidak mampu untuk mendapatkan cinta dari seseorang yang gue bener2 sayangi..
Memang sih ini cuma sebuah film, tetapi alangkah baik...kalo gue bisa se'beruntung' Andrew... Alangkah bahagia, di
dalam hidup gue yang pendek ini, mendapatkan apa yang gue mau. Gue tau Andrew pun berusaha keras untuk menjadi apa yang dia mau, mendapatkan apa yang dia dambakan. Inilah juga yang sepertinya menjadi motivasi gue buat mencoba, dan terus mengejar impian gue. Tentunya juga berdoa dan beriman. Biar setidaknya gue ga hidup selama Andrew (20
0 tahun), tetapi pada akhirnya dapat mati disamping orang yang gue sayangi sepenuh hati.Yang gue juga dapat disini juga adalah...Pada saat Sam Neal, selaku kepala keluarga dan ayah ingin mengembangkan Andrew dan juga melarang Andrew di 'bener-in' menjadi layaknya robot biasa. Andrew diajarkan perlahan lahan, sehingga Andrew dapat menjadi robot yang berkembang dan berbuah. Bukankah Allah juga begitu? Dia menciptakan kita, bukanlah sebagai robot yang karena Dia ingin manusia itu menjadi 'manusia' bukanlah robot yang kaku dan bergerak hanya dengan apa yang Dia mau. Sebab itulah kita diberikan "free will", sekaligus juga Dia membimbing kita supaya kita mau diubah menjadi lebih perfect. Prilaku Andrew yang haus akan bimbingan Ayah nya benar benar pantas kita tiru sebagai anak anak Allah. Yang juga kita memang tahu di dalam bimbingan Tuhan, kita dapat berkembang dan berbuah.

Jadi...yang pengen gue sampein di message ke dua ini, ayo lah kita tetap haus akan bimbingan-Nya, janganlah kita malas dan menyerah di tengah jalan...Masa kita mau kalah sama robot yang hanya sebuah mesin? Memang sih Tuhan bisa bikin kita menjadi perfect dari semula, sempurna layaknya sebuah robot...Tetapi, bukankah kita beruntung karena Tuhan ingin kita seperti ini, karena Dia memang 'menyayangi' kita dan ingin kita dengan sendirinya 'menyayangi' Dia balik tanpa paksaan dari Dia. Sama seperti misalnya kita, mengajarkan anak kita 'cinta' tetapi tidak memaksa dia untuk mencintai melainkan hanya berharap kalau anak kita itu dengan sendirinya 'mencintai' kita. Betapa senangnya kan kalau anak kita berinisiatif menyayangi kita tanpa paksaan dari diri kita?
Semoga pesan ini dapat memberkati semua yang uda menyediakan waktu dan perhatian untuk membaca curahan hati gue ini...
Dalam nama Yesus, Amin
1 comment:
hiks.. tokoh yg paling gw suka itu si bokapnya (SaM Neal) soalnya dia bener-bener keren...
1. dia yg pertama nemuin "personality" nya si Andrew
2. dia yg buat si Andrew belajar tentang semua hal
3. dia mau buatin bank account buat si Andrew
4. dia bener2 sayang ama si Little miss buktinya pas si little missnya kawin dia ga nunjukkin rasa sedihnya... begitu juga waktu si Andrew dapet free will
5. ahhhh masi banyak deh
hiks hiks.. sedih banget si film nya hiks hiks.. apalagi pas dia mati... duh!!!!!!!! keren!!!! hiks
Post a Comment